Home / Pria / Ejakulasi Dini / 6 Penyebab Ejakulasi Dini yang Wajib Diketahui

6 Penyebab Ejakulasi Dini yang Wajib Diketahui

Ejakulasi dini adalah suatu kelainan seksual dimana seorang pria mengalami proses orgasme secara cepat dengan mengeluarkan cairan berwarna putih yaitu air. Proses terjadinya orgasme tersebut diakibatkan oleh kegiatan berhubungan intim atau menstimulasi organ reproduksinya. ejakulasi dini juga dapat disebut dengan klimaks cepat dimana hal ini, tentu tidak diharapkan oleh setiap pria.

Dalam melakukan hubungan intim tentunya setiap pria berharap dapat memuaskan pasangannya. ejakulasi dini dapat menimbulkan kekecewaan kepada pasangan dalam hubungan seksual anda bersamanya. Jika seorang pria memiliki gangguan seksual ejakulasi dini, dapat dipastikan bahwa pria tersebut akan memiliki tingkat keharmonisan bersama pasangan yang kurang baik.

Ada banyak sekali penyebab dari gangguan seksual ejakulasi dini tersebut. Banyak sekali teori-teori yang bermunculan melalui beragam riset dan penelitian mengenai bagaimana seorang pria dapat memiliki ejakulasi dini.

Akan tetapi sangat sedikit sekali dari pria yang mengetahui penyebab apa saja yang dapat menimbulkan ejakulasi dini dapat terjadi kepadanya. Pentinnya pengetahuan akanhal tersebut sangat memiliki pengaruh yang besar terhadap keharmonisan hubungan anda bersama pasangan. Nah bagi anda yang penasaran akan penyebab ejakulasi dini, silahkan simak ulasan berikut ini.

Faktor dari Genetika

Pada dasarnya faktor genetika yang mempengaruhi ejakulasi anda sangatlah minim sekali. Akan tetapi bukan berarti tidak mungkin, dalam melakukan hubungan intim bersama pasangan semua organ seksual dan berbagai saraf akan bekerja. Semua saraf seksual akan mendukung stimulasi yang terjadi terhadap organ reproduksi untuk mendapatkan klimaks atau orgasme yang normal. Sehingga dapat diketahui bahwa dengan gen yang baik, kemungkinan seorang pria mendapatkan ejakulasi dini sangatlah kecil.

Namun bagaimana dengan kemungkinan seorang pria yang memiliki turunan genetik dengan tingkat resiko ejakulasi dini yang besar? Tentunya anda tidak perlu khawatir, karena faktor keturunan genetika yang mempengaruhi ejakulasi dini dapat diatasi dengan pola hidup yang sehat seperti mengatur pola makan dan rajin berolahraga.

Memiliki Disfungsi Ereksi

Seorang pria yang memiliki kelainan seksual disfungsi ereksi memiliki tingkat resiko terkena ejakulasi dini yang tinggi. Hal ini dikarenakan penderita gangguan tersebut akan sangat sulit mendapatkan ereksi pada saat behubungan intim. Sehingga kebanyakan dari mereka akan mengambil tindakan dengan memaksakan stimulasi-stimulasi terhadap organ reproduksi dengan tujuan mendapatkan stimulasi yang memuaskan. Hal ini justru akan menimbulkan ejakulasi secara cepat terhadap organ reproduksi anda.

Masturbasi

Masturbasi adalah suatu kegiatan seseorang melakukan stimulasi terhadap organ reproduksi yang dimiliki secara sengaja, dengan tujuan mendapatkan suatu kenikmatan dan rasa puas yang bersifat seksual. Dalam prosesnya, seseorang dapat melakukannya dengan alat bantu masturbasi atau tidak sama sekali.

Masturbasi yang dilakukan oleh seorang pria dapat mengakibatkan ejakulasi dini terhadap dirinya. Hal ini dikarenakan pada saat anda melakukan proses masturbasi yang kurang tepat seperti tergesa-gesa, melakukan tekanan atau himpitan yang keras, dan lain sebagainya, respon saraf pada organ reproduksi akan terjadi secara cepat. Hal ini mengakibatkan kebiasaan tersebut akan terbawa pada saat anda melakukan hubungan intim bersama dengan pasangan. Saraf pada organ reproduksi anda kan merespon dengan perlakuan yang sama seperti ketika anda melakukan masturbasi, sehingga ejakulasi yang dini pun terjadi.

Emosi Negatif

Pada seorang pria, tuntutan dalam bekerja dan beban dari kehidupan sehari-hari dapat mengakibatkan gangguan emosi negatif seperti depresi, stres, dan lain sebagainya. Emosi negatif yang dimiliki oleh seorang pria akan mengurang kadar dari serotonin di otak sehingga menyebabkan cepat terjadinya ejakulasi.

Serotonin yang dimaksudkan adalah kandungan zat alami yang dihasilkan oleh saraf tubuh untuk mengatur perasaan seseorang. Tekanan yang berlebihan terhadap emosi seseorang akan mengurangi kandungan serotonin di dalam otak sehingga mengakibatkan ejakulasi dini. Hal ini dikarenakan kandungan dari zat alami serotonin yang tinggi pada otak dapat memperlambat proses ejakulasi seorang pria, maka dari itu jika kandungan tersebut berkurang proses ejakulasi akan terjadi lebih cepat.

Organ Reproduksi Terlalu Sensitif

Pada dasarnya, dalam melakukan hubungan seksual kedua pasangan akan melakukan stimulasi terhadap organ reproduksi sehingga mendorong rasa nikmat yang ada. Akan tetapi bagi anda yang memiliki sensitivitas yang tinggi pada organ reproduksi, stimulasi yang dilakukan pada saat behubungan intim bersama pasangan akan mengakibatkan ejakulasi dini.

Hal ini biasa terjadi bagi anda yang baru pertama kali melakukan hubungan intim. Bagian ujung dari organ reproduksi seorang pria memiliki tingkat sensitivitas yang tinggi guna memberikan rasa yang nikmat terhadap setiap rangsangan yang diterimanya. Untuk anda yang mengalami ejakulasi dini karena hal tersebut, tidak perlu khawatir. sensitivitas dari organ reproduksi seseorang dapat berkurang menyesuaikan dengan tingkat intensnya rangsangan yang diterima.

Tingginya Gairah Seksual

Gairah seksual yang tinggi dapat mengakibatkan proses stimulasi terhadap organ reproduksi terlalu berlebihan. Dengan proses stimulasi atau gesekan yang tinggi akan mengakibatkan organ ejakulasi kehilangan kontrol terhadap desakan orgasme sehingga mengakibatkan ejakulasi dini pada seseorang.

Hubungan intim yang dilakukan bersama dengan pasangan merupakan suatu kegiatan yang seharusnya mencerminkan sebuah rasa kasih sayang. Perlakuan yang lemah lembut pada saat berhubungan intim bersama dengan pasangan, akan memberikan kenikmatan seksual yang lebih jika dibandingkan dengan perlakuan yang tergesa-gesa.

Obesitas atau Kegemukan

Obesitas merupakan suatu kondisi dimana seseorang memiliki jumlah lemak berlebih pada sistem tubuhnya. Kondisi tersebut dapat memberikan dampak yang buruk bagi kesehatan, berbagai penyakit dapat menyerang seseorang dengan kapasitas berat badan yang melebihi normal seperti penyakit jantung, diabetes, serta gangguan seksual ejakulasi dini.

Seseorang yang memiliki kelebihan berat badan akan sangat sulit dalam mengatur atau menahan desakan ejakulasi yang terjadi. Otot dari organ reproduksi yang mengatur lamanya orgasme akan terganggu oleh jumlah lemak yang berlebih sehingga ejakulasi yang tidak dapat ditahan akan keluar. Jadi bagi anda yang memiliki berat badan yang kurang ideal, akan sangat baik dengan rajin melakukan olah raga dan mengatur asupan makan guna mengontrol lemak dalam tubuh yang berlebihan.

Kadar Nikotin dalam Rokok

Pada saat ini di Indonesia jumlah dari perokok aktif sangatlah banyak. Khususnya bagi kaum pria yang mendominasi dari jumlah perokok Tanah Air. Salah satu dari bahayanya merokok adalah dapat memicu ganguan seksual ejakulasi dini pada seorang pria. kandungan utama yang terdapat pada rokok adalah nikotin dan karbon monoksida, dimana hal ini dapat mempengaruhi kemampuan daya edar oksigen ke dalam darah serta mempengaruhi saraf tubuh secara perlahan.

Mengonsumsi Alkohol

Salah satu pemicu yang mengakibatkan seseorang mengalami ejakulasi dini adalah kemampuan saraf dari organ reproduksi yang kurang dalam menahan desakan orgasme yang terjadi. Dalam hal ini, alkohol yang merupakan minuman memabukkan yang dapat mempengarunhi saraf sangatlah tidak baik. Mengonsumsi alkohol secara berlebihan akan mempengaruhi sistem kerja saraf pada tubuh anda. maka dari itu kemampuan saraf yang terganggu, akan mengakibatkan seseorang mengalami ejakulasi dini pada saat melakukan hubungan intim bersama dengan pasangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *