Home / Uncategorized / Travel Wisata Halal – Kondisi Penyembelihan Halal

Travel Wisata Halal – Kondisi Penyembelihan Halal

Banyak orang telah mendengar istilah travel wisata halal daging “halal” dan banyak Muslim suka berbicara tentang halal dan haram dan apakah daging dari restoran atau pemasok tertentu halal untuk dimakan. Ketika sampai di situ, pertanyaan itu hanya bisa dijawab dengan fiqh (yurisprudensi) dan apa yang dianggap benar oleh para ulama.

Berikut ini memberikan pengantar yang sangat jelas tentang apa yang sebenarnya merupakan penyembelihan halal menurut sekolah fiqh Syafi’i. Ini adalah versi singkat dari sebuah bab dari The Reliance of the Traveler oleh Ahmad ibn Naqib al-Misri (sebagaimana diterjemahkan oleh Sheikh Nuh Ha Mim Keller) klik disini untuk informasi selengkapnya.

Kondisi berikut ini wajib untuk penyembelihan halal:

1. Tidak diperbolehkan memakan hewan apa pun sampai hewan tersebut disembelih dengan benar, kecuali ikan.

2. Makan daging yang disembelih oleh Zoroaster adalah melanggar hukum, seseorang yang meninggalkan Islam atau penyembah berhala.

3. Diperbolehkan untuk disembelih dengan apa pun yang memiliki ujung tombak: ini tidak termasuk gigi, tulang, cakar atau sejenisnya.

4. Saat menyembelih, tenggorokan dan kerongkongan hewan harus dipotong. Pemotongan arteri karotis tidak wajib untuk memvalidasi pembantaian.

5. Jika penyembelih mengabaikan memotong bagian mana pun dari tenggorokan atau kerongkongan dan hewan itu mati, maka haramlah untuk makan.

6. Penyembelih harus memotong dengan cepat.

Berikut ini dianggap sebagai yang direkomendasikan saja:

1. Untuk mengubah hewan menuju kiblat.

2. Untuk mengasah pisau.

3. Untuk memotong dengan cepat (artinya lebih cepat daripada cepat).

4. Menyebut nama Allah (yaitu “Bismillah”).

5. Untuk mengirim berkah pada Nabi (saw).

6. Untuk memotong pembuluh darah besar di kedua sisi leher.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *